Ingatkah kamu filosofi yang berkembang di sebagian besar masyarakat Indonesia pada waktu lalu, bahwa banyak anak banyak rezeki?
Menurutmu benarkah filosofi tersebut? Masih relevankah dengan
perkembangan zaman saat ini? Jika melihat perkembangan zaman, semakin
mendesaknya kehidupan manusia akan kebutuhan hidup, namun semakin
kecilnya peluang atau kesempatan dalam dunia kerja, rasanya kini
filosofi itu lebih tepat menjadi: banyak anak banyak masalah. Karena pada kenyataannya, makin besar jumlah penduduk ternyata masih besar pula permasalahan yang timbul.
A. Pertumbuhan Penduduk Indonesia dan Pertumbuhan Penduduk Dunia
Jumlah
penduduk di suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan
oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi atau perpindahan penduduk.
Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk di suatu daerah
atau negara. Penduduk (population) Indonesia ialah mereka yang
tinggal di Indonesia pada saat dilakukan sensus dalam kurun waktu
minimal 6 bulan, atau mereka yang telah terdaftar secara administrasi
kependudukan dimana orang tersebut berdomisili.
1. Pertumbuhan Penduduk di Indonesia.
Penduduk
Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan sehingga
jumlah penduduknya terus mengalami peningkatan. Pelaksanaan sensus di
Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus penduduk
di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.
Peta & Grafik Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Tabel & Grafik Pertumbuhan Penduduk Denpasar
2. Pertumbuhan Penduduk Dunia
Berdasarkan
sensus yang telah dilakukan masing-masing negara di dunia, pada umumnya
hampir setiap negara terus mengalami pertumbuhan penduduk. Menurut
UNFPA, yaitu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani
masalah kependudukan, melaporkan bahwa pada tahun 1804, yaitu kira-kira
200 tahun yang lalu, penduduk dunia hanya berjumlah 1 milyar jiwa.
Pertumbuhan penduduk tidak sama di semua negara, ada yang cepat dan ada
pula yang lambat. Negara-negara maju pada umumnya mengalami pertumbuhan
penduduk yang lambat, sebaliknya negara-negara terbelakang dan
berkembang, pertumbuhan penduduknya jauh lebih tinggi.
Grafik Pertumbuhan Penduduk Dunia
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Jumlah
penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu, yaitu bertambah
atau berkurang. Perubahan jumlah penduduk disebabkan adanya pertumbuhan
penduduk, baik pertumbuhan positif, ataupun negatif. Faktor demografi
meliputi tiga hal pokok, yaitu: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi
(migrasi masuk dan migrasi keluar). Kelahiran akan menambah jumlah
penduduk, sedangkan kematian akan mengurangi jumlah penduduk. Faktor
yang menunjang dan menghambat kelahiran di Indonesia.
1. Penunjang Kelahiran (pronatalitas).
Kawin
di usia muda. Pandangan banyak anak banyak rezeki. Anak sebagai harapan
bagi orang tua. Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua. Anak laki-laki
dianggap sebagai penerus keturunan.
2. Penghambat Kelahiran.
Keinginan
untuk mempunyai anak dalam jumlah kecil. Penundaan usia kawin sampai
selesai pendidikan untuk mendapat pekerjaan. Dilaksanakannya program
Keluarga Berencana. Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan atas
pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk migrasi.
- Pertumbuhan Penduduk Alami, yaitu perkembangan penduduk yang disebabkan angka kelahiran lebih besar dari angka kematian. Angka kelahiran ialah rata-rata banyak bayi yang lahir dari tiap 1.000 orang penduduk dalam satu tahun (angka kelahiran kasar).
- Pertumbuhan Penduduk Migrasi ialah perkembangan penduduk yang disebabkan oleh perbedaan antara jumlah migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi keluar (emigrasi).
C. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dapat dibedakan atas kepadatan penduduk aritmatik dan kepadatan penduduk agraris.
1. Kepadatan Penduduk Aritmatika.
Kepadatan
penduduk aritmatik adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati
wilayah seluas 1 km². Rumus Kepadatan Penduduk Aritmatik adalah sebagai
berikut:
2. Kepadatan Penduduk Agraris.
Kepadatan
penduduk agraris adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati
wilayah seluas 1 km², yang tanahnya dapat diolah untuk pertanian. Rumus
Kepadatan Penduduk Agraris adalah sebagai berikut:
D. Struktur Penduduk Indonesia
Struktur
penduduk adalah penggolongan penduduk menurut ciri tertentu. Struktur
penduduk disebut juga komposisi atau susunan penduduk. Penggolongan yang
sering dilakukan adalah penggolongan menurut umur, jenis kelamin, mata
pencarian, agama, pendidikan, tempat tinggal, dan sebagainya.
1. Susunan Penduduk.
Menurut
Umur dan Jenis Kelamin. Susunan penduduk menurut umur biasanya
dikelompokkan dengan jarak masing-masing 4 tahun. Piramida penduduk
dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a. Piramida Penduduk Muda (Expansive).
Bentuk
piramida penduduk muda bagian atasnya besar, maka ke puncak makin
sempit, sehingga berbentuk limas. Hal ini menggambarkan bahwa penduduk
dalam keadaan tumbuh, jumlah kelahiran lebih besar daripada jumlah
kematian (jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari usia dewasa);
Grafik Piramida Expansive
b. Piramida Penduduk Tetap (Stationer).
Bentuk
piramida ini di bagian atas dan bawahnya hampir sama, sehingga
berbentuk seperti granat. Hal ini menggambarkan bahwa angka kelahiran
seimbang dengan angka kematian. Jumlah penduduk usia muda hampir sama
dengan usia dewasa;
Grafik Piramida Stationer
c. Piramida Penduduk Tua (Constrictive)
Bentuk
piramida ini di bagian bawah kecil dan di bagian atas besar, sehingga
berbentuk seperti batu nisan. Hal itu menggambarkan penurunan angka
kelahiran lebih pesat dari angka kematian, sehingga jumlah penduduk usia
muda lebih sedikit dibandingkan dengan usia dewasa. Jumlah penduduk
mengalami penurunan.
Grafik Piramida Constrictive
2. Susunan Penduduk Menurut Tempat Tinggal.
Susunan
penduduk menurut tempat tinggal dapat dijadikan bahan perencanaan
bidang pembangunan, antara lain dalam hal: Pengembangan kota,
Pembangunan rumah di kota, Penyediaan lapangan kerja, Penyediaan air
minum, Lalu lintas, Kebersihan dan Fasilitas.
3. Susunan Penduduk Menurut Pendidikan.
Susunan penduduk menurut pendidikan adalah penggolongan penduduk berdasarkan jenjang pendidikan yang diperoleh.
4. Susunan Penduduk Menurut Lapangan Kerja atau Usaha.
Susunan penduduk menurut pekerjaan/lapangan usaha menunjukkan jenis usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.
E. Angka Beban Ketergantungan.
F. Usia Harapan Hidup (Life Expectancy)
Pengertian
harapan hidup berbeda dengan lama hidup. Lama hidup atau panjang hidup
yaitu jumlah tahun maksimum penduduk untuk dapat hidup. Harapan hidup
adalah angka rata-rata jumlah tahun tambahan yang dapat diharapkan oleh
seseorang pada umur tertentu untuk dapat hidup terus. Usia harapan hidup
dari berbagai daerah, ataupun negara dibuat dalam satu daftar yang
disebut indeks harapan hidup.
G. Angka Perbandingan Laki-Laki dan Perempuan (sex ratio)
H. Dampak Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya
Ledakan
penduduk adalah suatu keadaan kependudukan yang memperlihatkan
pertumbuhan yang melonjak naik (cepat) dalam jangka waktu yang relatif
pendek (30-50) tahun. Sebagai akibat terjadinya ledakan penduduk adalah:
Semakin meningkatnya jumlah pengangguran. Semakin bertambahnya angka
kemiskinan. Semakin tingginya kekurangan pangan. Semakin berkurangnya
luas lautan.
I. Informasi Kependudukan Dalam Peta, Tabel, dan Grafik
Informasi
penduduk dapat disajikan dalam bentuk peta, tabel, dan grafik. Peta
yang menyajikan informasi tentang kependudukan disebut peta tematik.
Peta dapat memberikan informasi kepada pengguna peta tentang kepadatan
penduduk di Indonesia pada berbagai daerah.
Berikut ini adalah contoh Peta Kepadatan Penduduk Kotamadya Bandung:
Contoh Grafik Pertumbuhan Penduduk:
Contoh Tabel Pertumbuhan Penduduk:
J. Migrasi dan Faktor Penyebab
Migrasi
merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah
perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas
penduduk ada yang bersifat permanen dan ada pula yang bersifat non
permanen. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain di lokasi geografis yang berbeda dengan tujuan menetap.
- Jenis-jenis Migrasi. Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara, berdasarkan hal tersebut migrasi dibagi atas dua golongan yaitu: a. Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk antara satu negara dengan negara lain, dan; b. Migrasi Nasional, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara. Jenis-jenis Transmigrasi Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas: Transmigrasi umum, Transmigrasi khusus, Transmigrasi spontan atau swakarsa, Transmigrasi swakarya, Transmigrasi lokal, Transmigrasi bedol desa, dan Transmigrasi sektoral.
- Faktor Penyebab terjadinya Migrasi. Secara umum faktor-fakor yang menyebabkan terjadinya migrasi dapat disebutkan sebagai berikut: a. Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru; b. Faktor keselamatan, yaitu migrasi karena daerah yang sebelumnya sering dilanda bencana alam seperti longsor; dan c. Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan di tempat mereka sebelumnya. d. Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat.
K. Dampak Positif dan Dampak Negatif Migrasi dan Usaha Penanggulangannya
1. Dampak Positif Migrasi Internasional
- Dampak positif imigrasi: Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigran asing. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia.
- Dampak positif emigrasi:Meningkatkan pendapatan orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri. Mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap tenaga-tenaga ahli dari luar negeri. Memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui tenaga kerja, mahasiswa, dan sebagainya yang berada di luar negeri.
2. Dampak Positif Migrasi Nasional
- Dampak positif transmigrasi: Termanfaatkannya lahan-lahan pertanian yang disebabkan oleh datangnya transmigran ke daerah-daerah yang kekurangan tenaga kerja. Meningkatkan taraf hidup para transmigran. Berkurangnya pengangguran, terutama bagi mereka yang ditransmigrasikan. Meningkatnya produksi.
- Dampak positif urbanisasi:Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja di kota. Meluasnya kesempatan membuka usaha-usaha baru. Meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk desa yang berurbanisasi ke kota.
- Dampak positif ruralisasi:Apabila penduduk kota yang pindah ke desa merupakan tenaga kerja terdidik, dapat menjadi pendorong pembaharuan di desa. Tenaga terampil yang pindah dari kota ke desa, dapat membantu kekurangan tenaga terampil di desa.
3. Dampak Negatif Migrasi Internasional
- Dampak negatif imigrasi: Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baik. Munculnya kecemburuan sosial antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja dalam negeri.
- Dampak negatif emigrasi:Tidak terpenuhinya jumlah tenaga ahli Indonesia. Buruknya citra Indonesia akibat ulah emigran yang tidak baik.
4. Dampak Negatif Migrasi Nasional
- Dampak negatif transmigrasi:Dana yang diperlukan untuk transmigrasi sangat besar. Terjadinya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran. Ketidakseimbangan luas lahan yang tersedia dengan jumlah orang yang ditransmigrasikan.
- Dampak negatif urbanisasi:Tenaga terampil di desa berkurang dengan berpindahnya tenaga terampil ke kota. Penduduk yang tinggal di desa kebanyakan orang-orang tua. Timbulnya permukiman-permukiman kumuh akibat sulitnya perumahan. Padatnya lalu lintas di kota sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
0 komentar:
Posting Komentar