Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Selasa, 02 Juli 2013

Sejarah Kemerdekaan : Perang - perang besar di masa perjuangan kemerdekaan RI. 
Untuk memperoleh sebuah kemerdekaan, Bangsa ini memperolehnya tidak gratis, sejarah panjang harus dilalui para pejuang kemerdekaan tanpa kenal lelah dan perjalanan panjang dilalui dengan pengorbanan nyawa dan darahnya untuk mendapatkan dan merebut kemerdekaan demi kedaulatan sebagai sebuah bangsa dan negara, yaitu bangsa indonesia. 350 th dijajah belanda sampai pendudukan Jepang, tidaklah mudah untuk dilupakan dan ditinggalkan oleh para vetran dan pejuang kemerdekaan, bangsa dan negara ini diperbudak belanda selama 7 turunan dan selama itu pula bangsa ini berjuang mengusir para komprador dan penjajah dari bumi pertiwi ini.

Namun, seringkali para pemimpin bangsa ini melupakan sejarah, sehingga sakit hati dan pengorbanan para pejuang bangsa dilupakan begitu saja, perjuangan menuntut permintaan "MAAF" dari belanda atas dosa-dosa mereka mandek dan mati suri. Kesejahteraan para pejuang kemerdekaan tidak pernah mendapatkan tempat bagi pemerintahan saat ini, para pemimpin sekarang sudah lupa diri. Yang ada sekarang bangsa ini dirampok habis-habisan oleh para pemimpin dan tokoh maling dan rampok berkedok wakil rakyat serta para koruptor yang berlindung di ketiak PEMERINTAH, untuk mengingatkan kembali perjuangan para leluhur kita maka kami menyajikan artikel perang-perang besar kemerdekaan.

Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia III (1997 s/d 2010)

65 Tahun Merajut Nusantara
1945-2010
(Bagian III)
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta menjadi tonggak dimulainya proses kebangsaan Indonesia. Keseimbangan antara kepentingan masyarakat (society) dan kekuasaan negara ("state") masih terus diupayakan hingga kini. Berbagai peristiwa telah mewarnai perjalanan selama 65 tahun terakhir.
Bagian I & Bagian II dapat dilihat di tulisan sebelumnya:
Sejarah Indonesia (Era Reformasi). Gbr-gbr: google.co.id
PERJALANAN SEJARAH BANGSA INDONESIA III (1997 S/D 2010)
1997
14 Agustus: Krisis moneter berimbas ke Indonesia. Bank Indonesia mengumumkan penghapusan rentang kendali kurs rupiah. Nilainya diserahkan ke pasar.
28 Agustus: Presiden Soeharto menerima penghargaan dari UNDP atas komitmen, peran, serta jasanya dalam memberantas kemiskinan di Indonesia.
1 November: Pemerintah melikuidasi 16 bank yang bermasalah. Muncul aksi penarikan uang nasabah secara besar-besaran.

Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia II (1966 s/d 1996)

65 Tahun Merajut Nusantara
1945-2010
(Bagian II)
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta menjadi tonggak dimulainya proses kebangsaan Indonesia. Keseimbangan antara kepentingan masyarakat (society) dan kekuasaan negara ("state") masih terus diupayakan hingga kini. Berbagai peristiwa telah mewarnai perjalanan selama 65 tahun terakhir.
Bagian I dapat dilihat di tulisan sebelumnya:
Sejarah Indonesia (Gbr-gbr: google.co.id)
PERJALANAN SEJARAH BANGSA INDONESIA II (1966 S/D 1996)

1966

11 Maret: Presiden Soekarno menyerahkan "kekuasaan" kepada Soeharto melalui Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).
25 Juli: Kabinet Ampera I: Kabinet Orde Baru pertama kali terbentuk.
11 Agustus: Normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia.
28 September: Indonesia kembali masuk PBB.

Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia I (1945 s/d 1965)

Untuk mempermudah, nantinya akan saya tuliskan dalam tiga bagian, yaitu pada tulisan pertama ini akan memuat catatan sejarah Bangsa Indonesia antara tahun 1945 s/d 1965, kemudian pada bagian kedua antara tahun 1966 s/d 1996, dan pada bagian ketiga akan saya tuliskan catatan sejarah Bangsa Indonesia antara tahun 1997 s/d 2010.
Berikut ini adalah tulisan pada Koran Kompas terbitan Senin, 16 Agustus 2010, halaman 48-49, Bagian I (1945 s/d 1965):
Perjalanan Sejarah (gbr2: google.co.id)
*******
65 Tahun Merajut Nusantara
1945-2010
(Bagian I)
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta menjadi tonggak dimulainya proses kebangsaan Indonesia. Keseimbangan antara kepentingan masyarakat (society) dan kekuasaan negara ("state") masih terus diupayakan hingga kini. Berbagai peristiwa telah mewarnai perjalanan selama 65 tahun terakhir.

ASAL-USUL NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA

Beberapa pendapat para ahli tentang asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Prof.Dr.H.Kern
Menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia .Hal ini didukung dengan bukti bukti penggunaan bahasa. Bahasa-bahasa yang dipergunakan di   Indonesia, Polynesia, Melanesia berasal dari satu akar  bahasa yang sama yaitu bahasa Austronesia, penelitian Kern ini terutama ditujukan pada kesamaan nama-nama binatang dan alat perang.
2. Prof.Dr.Kroom
Asal-usul bangsa Indonesia adalah dari Asia Tengah, pendapat ini didasarkan pada bukti bahwa didaerah  Cina tengah banyak terdapat sungai-sungai yang besar yang menjadi sumber kehidupan manusia.Dari sini mereka menyebar ke Indonesia pada sekitar tahun 2000 SM sampai tahun 1500 SM.

Rata-rata pendidikan orang Indonesia 5,8 tahun atau tak lulus SD

Senin, 01 Juli 2013

Indonesia kini menghadapi ancaman besar di bidang kependudukan. Selain laju pertumbuhan yang tinggi yakni di kisaran 1,49% atau 4-4,5 juta jiwa per tahun, kualitas penduduk di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Rata-rata pendidikan penduduk Indonesia adalah 5,8 tahun atau tidak lulus Sekolah Dasar (SD).
Untuk kualitas penduduk, saat ini Indonesia berada di peringkat 124 dunia dari 187 negara.

"Jumlah penduduk kita saat ini 250 juta, menempati urutan ke-4 dunia. Akan tetapi kualitas penduduk kita berada di urutan 124 dari 187 negara," ujar Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wendy Hartanto, di Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5).

Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan


Pertumbuhan penduduk masih menjadi masalah yang harus dikaji dengan serius di sebagian besar negara-negara berkembang di dunia, hal ini dapat berpengaruh ke berbagai faktor masyarakat negara tersebut, faktor yang sangat vital yaitu tingkat pendidikan.  Banyak hal yang dapat dijadikan acuan atau tolak ukur pertumbuhan penduduk di suatu negara, seperti kesejahteraan rakyat, persebaran penduduk, serta pendapatan per kapita, semua hal itu dikaji berdasarkan kurun waktu tertentu.
            Hal yang paling dihindari dari suatu pertumbuhan penduduk yaitu terjadinya ledakan penduduk, karena hal ini akan berdampak buruk kedepannya terhadap masyarakat di suatu negara dan akan sulit untuk mengatasinya jika tidak secara bersama semua pihak yang prihatin terhadap kondisi ini, hal ini dapat diatasi dalam kurun waktu yang lama. Contoh ledakan penduduk di suatu daerah Faktor pendidikan juga menjadi masalah saat terjadi pertumbuhan penduduk yang pesat atau ledakan penduduk, banyak anak yang putus sekolah karena ekonomi keluarga yang kurang mampu, serta angka wajib belajar yang semakin menurun.
Keluarga Berencana, salah satu program mencegah ledakan penduduk Hal-hal penting yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk : 1. Kematian (Mortalitas) Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. 2. Kelahiran (Natalitas) Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas) 3. Migrasi (Mobilitas) Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Wajib Belajar, salah satu cara mengatasi masalah pendidikan akibat ledakan penduduk

Pengikut

Terjemahan

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

RSS

histans

Rihans

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...